Arwana, si Ikan Naga yang Penuh Pesona


Kalian pasti pernah melihat ikan arwana, atau paling tidak pernah mendengar namanya. Maklum, sekitar tahun 2000-an yang lalu, ikan ini populer di Indonesia dan menjadi booming. Orang-orang beramai-ramai memilikinya. Dan, harganya pun sangat mahal, konon pernah mencapai harga Rp. 500 juta.
Praktik perdagangan yang tidak terkendali mengakibatkan populasinya di alam bebas kian menyusut dari waktu ke waktu. Memang, budidaya sudah banyak dilakukan di beberapa daerah, terutama di Kalimantan yang menjadi pusat arwana di negeri ini. Tetapi, budidaya lebih difokuskan untuk diperjualbelikan, bukan untuk dilepas ke alam bebas sebagai pengganti ribuan populasi yang terlanjur lenyap.

Ikan arwana (Scleropages formosus) merupakan ikan yang tergolong satwa langka Indonesia dengan habitat asli di Kalimantan dan Papua. Ikan arwana dikenal dengan berbagai nama lokal, seperti ikan naga, barramundi, saratoga, pla tapad, kelesa, siluk, kayangan, peyang, tangkeleso, dan aruwana/arowana.
Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang khas, berkesan gagah, dan sedikit angkuh, dilengkapi dengan susunannya yang harmonis, membuat keindahan dari ikan ini sangat menonjol.
Ikan ini berenang dengan tenang, sehingga jika diletakan dalam akuarium akan membuatnya benar-benar terlihat sebagai ikan yang anggun. Ikan ini juga mendapat julukan dragon fish, alias ikan naga.

Habitat ikan ini pada tepian sungai yang ditumbuhi pepohonan, seperti pohon engkana, putat, rasau, dan entangis, dimana pepohonan tersebut memiliki akar di dasar sungai dengan batang pohon di dalam air, tetapi daun-daunnya rimbun ke atas. Di habitat seperti inilah ikan-ikan arwana berada, berkembang biak, dan bersembunyi.
Di Kalimantan Barat, ikan ini banyak dijumpai di Kabupaten Kapuas Hulu, Kecamatan Slimbau, di daerah banjiran yang banyak hutan rawa dan dasar tanahnya berkapur. Sedangkan, di Sumatera Selatan, ditemukan di daerah rawa banjiran yang dasar tanahnya bergambut.


Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Ada empat variasi warna, yaitu arwana hijau yang ditemukan di Vietnam, Birma, Thailand, dan Malaysia; arwana emas dan arwana ekor merah ditemukan di Indonesia; serta warna emas ditemukan di Malaysia. Di Kalimantan Barat, ditemukan arwana berwarna merah, sedangkan di Sumatera Selatan berwarna hijau putih. Ada beberapa istilah untuk jenis ikan arwana, seperti arwana silver, gold, super red, dan sebagainya. Namun, yang mempunyai harga jual tertinggi ataupun paling diminati oleh penggemar ikan naga ini adalah jenis super red. Jenis ini dipercaya membawa keberuntungan (hoki) bagi pemiliknya; pembawa kekayaan; dan sekaligus dapat menaikkan status sosial sang pemilik, terutama jika memiliki arwana dengan spesifikasi khusus yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Pada awalnya, ikan ini dikenal sangat sulit untuk berkembang biak di luar habitat aslinya, namun pada perkembangannya ikan ini dapat berkembang biak pada tambak ataupun kolam-kolam buatan dengan air yang telah diatur keasaman ataupun suhunya. Hal ini memungkinkan penangkaran dapat dilakukan jauh dari habitat asli ikan ini. Ikan arwana, pada tempat penangkaran ini, dapat bertelur sebanyak kurang lebih 100-150 butir. Telur-telur arwana ini disimpan dalam mulut Arwana jantan.
Ketika masih kecil, telur arwana berbentuk bulatan merah dengan jentik kecil seperti berudu menempel pada bulatan tersebut. Setelah beberapa minggu, berudu tersebut membesar dan bulatan merah yang berfungsi sebagai makanan makin mengecil serta akhirnya menghilang.

Wah menarik sekali yaa ^^ sekian informasinya mengenai ikan arwana ini..
Semoga bermanfaat bagi semua orang yang membacanya.. amin..

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan segera apabila ada link posting atau download yang mati, maka kami akan segera memperbaikinya!

Jangan segan-segan untuk berkomentar ^^
Berkomentarlah menggunakan bahasa yang baik

NO SPAM AND NO SARA!