PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork
Showing posts with label Indonesiaku. Show all posts
Showing posts with label Indonesiaku. Show all posts

50 Hantu Asal Indonesia


50 Hantu Asal Indonesia - Hantu adalah makhlus halus yang konon suka mengganggu manusia, menurut hasil percakapan para orang pintar, mereka mengganggu dengan alasan karena manusia mengganggu mereka duluan dan sering melewati tempat tinggal mereka tanpa permisi. Hantu biasanya berasal dari golongan jin yang iseng. Nah, berikut ini adalah 50 Hantu Asal Indonesia versi TareqiSensei yang paling populer dikalangan masyarakat yang mempercayainya.

  1. Kuntilanak
    Ini dia hantu yang paling populer di Indonesia. Hantu ini yang paling sering diajak main film. Konon katanya hantu ini adalah arwah perempuan yang meninggal karena keguguran. Penampakannya hampir muncul di berbagai tempat di Indonesia. Biasanya terlihat diatas pohon atau disekitar bangunan yang sepi. Kedatangannya ditandai dengan suara rintihan yang membuat merinding.
  1. Pocong
    Nah pocong tidak kalah oleh kuntilanak. Perwujudannya adalah sesosok mayat yang memakai kain kafan dan meloncat-loncat. Biasanya digambarkan dengan muka yang hancur dan hitam. Badannya masih kotor oleh tanah kuburan. Dan biasanya banyak belatung dan kelabang. Hantu ini eksis di film-film besar salah satunya Tali Pocong Perawan.
  2. Sundel Bolong
    Hantu ini sepertinya masih saudaraan sama kuntilanak. Biasanya kedatangannya ditandai dengan bau busuk yang sangat menyengat. Mukanya hancur dan sering menakut-nakuti dengan memperlihatkan punggungnya yang bolong dan berlumuran darah.
  3. Tuyul
    Tuyul adalah hantu dengan perwujudan anak kecil yang memiliki lengan yang panjang. Konon tuyul sering dipelihara dan dipakai untuk mencuri. Biasanya tuyul ini hanya memakai kain (seperti popok). Menurut kepercayaan masyarakat, jika kita mencukur habis alis kita maka kita dapat melihat wujud tuyul.
  4. Hantu Noni Belanda
    Indonesia memiliki banyak sekali peninggalan-peninggalan masa penjajahan Belanda termasuk bangunan-bangunan tua Belanda. Tidak sedikit orang yang katanya telah melihat hantu noni Belanda. Perwujudannya adalah wanita cantik yang memakai gaun khas eropa. Berjalan-jalan atau melayang-layang disekitar bangunan.
  5. Si Manis Jembatan Ancol
    Hantu yang satu ini berasal dari Jakarta. Perwujudannya adalah seorang wanita cantik yang memakai kerudung dan kebaya sambil membawa payung. Penampakannya sering terlihat disekitar Jembatan Ancol.
  6. Wewe Gombel
    Hantu yang berasal dari Jawa ini konon suka menculik anak kecil yang keluar rumah pada saat maghrib dan malam hari. Sebutan lain untuk wewe gombel adalah kalong wewe. Menurut kepercayaan masyarakat, jika ada anak kecil yang hilang maka masyarakat akan membuat tabuh-tabuhan sederhana dari peralatan dapur lalu mengelilingi desa. Jika wewe gombel menari maka anak akan terlepas dari pangkuannya.
  7. Gendruwo
    Gendruwo biasanya menggoda wanita, terutama istri yang sedang ditinggal suaminya keluar kota. Konon mereka bisa menjelma menyerupai suami si perempuan, dengan syarat memakai baju si suami. Menurut kepercayaanya setempat, gendruwo tinggal di pohon-pohon terutama pohon sawo.
  8. Hantu Jeruk Purut
    Hantu yang satu ini berasal dari Jakarta. Perwujudannya yang seorang pastur atau pendeta yang tidak memiliki kepala, biasanya ada yang sambil menaiki kuda. Penampakannya sering terlihat di sekitar pemakaman jeruk purut.
  9. Jurig Bonge
    Jurig bonge biasanya ada di daerah Jawa Barat terutama kota-kota dan desa yang terlintasi jalur kereta api. Perwujudannya tidak diketahui. Konon hantu ini sering menutupi telinga seseorang yang hendak melintas rel kereta sehingga tidak mendengar kereta lewat lalu tertabrak kereta.
  10. Jurig Jarian
    Yang satu ini masih berasal dari Jawa Barat. Perwujudannya tidak diketahui karena jarang menampakan dirinya. Konon hantu ini mendiami tempat-tempat yang sepi dan biasanya ditempat sampah lalu menggangu orang yang melewatinya.
  11. Jelangkung
    "Datang tak diundang, pulang tak diantar" itulah kata-kata yang biasanya muncul untuk menghidupkan Jelangkung. Jelangkung adalah arwah yang merasuki boneka batok kelapa atau boneka lainnya. Biasanya diapasangkan sebuah pensil atau alat tulis sehingga arwah itu dapat menjawab apa yang ditanyakan oleh si pemanggil. Namun konon jelangkung akan mendatangi setiap rumah yang memanggilnya dan menimbulkan petaka.
  12. Suster Ngesot
    Hantu yang satu ini mungkin hantu paling boyot di Indonesia. Perwujudannya adalah suster yang bermuka seram bergerak dengan mengesotkan badannya. Penampakannya di sekitar lorong rumah sakit. Entah kenapa bisa menjadi ngesot seperti itu, namun hantu ini juga sering eksis di berbagai film horror Indonesia.
  13. Suster Gepeng
    Setelah ngesot, ternyata suster juga ada yang gepeng. Konon perwujudannya adalah suster yang tubuhnya rusak, gepeng, dan berlumuran darah karena terjepit lift. Sering menghantui para petugas rumah sakit yang berjaga malam hari.
  14. Leak
    Hantu ini berasal dari Bali. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Leak merupakan penjelmaan para wanita yang menganut ilmu hitam. Perwujudannya yaitu kepala perempuan yang melayang-layang dan organ-organ tubuh yang terlihat. Konon leak ini sering memangsa bayi.
  15. KalapKalap adalah sesosok hantu penunggu sungai yang diyakini oleh masyarakat Jawa. Wujud hantu ini tidak diketahui. Konon hantu ini suka menarik dan menenggelamkan orang yang sedang berenang hingga hilang atau meninggal.
  16. Hantu Muka Rata
    Hantu ini juga terkadang eksis di film-film horror indonesia. Perwujudannya seperti kuntilanak namuk tidak memiliki mata, hidung dan mulut (muka rata)
  17. Jin Tomang
    Hantu ini berasal dari Jakarta. Perwujudannya yaitu perut buncit dan kepala botak. Suka mengganggu orang yang sedang lewat biasanya ditempat-tempat sepi.
  18. Jurig Papak
    Menurut kepercayaan masyarakat Jawa Barat, jurig papak berwujud tukang dagang biasanya nasi goreng atau tukang sate keliling tetapi ketika dilihat mukanya rata. Hantu ini juga terkadang eksis di film-film horror Indonesia salah satunya yaitu Hantu Rumah Pondok Indah. 
  19. Kuyang
    Hantu ini berwujud siluman kepala manusia dengan isi tubuh yang terlihat. Sepertinya wujud nya hampir sama dengan Leak dari Bali. Konon suka menghisap darah wanita yang baru melahirkan, yang masih menempel pada si bayi.
  20. Balum Bili
    Masyarakat Aceh percaya bahwa hantu ini penunggu sungai Krueng Arakundo di Aceh. Perwujudannya seperti kelambu. Suka mengganggu orang di sekitar sungai. Konon hantu ini takut dengan suara letusan senjata api.
  21. LelepahMenurut kepercayaan orang Jawa, perwujudan hantu ini yaitu berupa raksasa tapi tidak terlalu besar. Bermuka seram dan mata melotot. Konon suka memakan daging, termasuk daging manusia.
  22. Ndas GlundungNama lainnya yaitu Glundung Plecek atau Glundung Pringis. Berasal dari daerah Jawa. Penampakan hantu ini biasanya diawali seperti bunyi buah kelapa hatuh, tetapi sewaktu dilihat lagi ternyata sebuah kepala seram bermata merah dan meringis.
  23. MatianakMenurut kepercayaan masyarakat Bawean. Hantu ini berwujud perempuan berambut panjang, wajah pas-pasan, dan suara menyerampakan. (Seperti kuntilanak). Namun memiliki ciri khas yaitu hanya menggoda kaum pria.
  24. SuwanggiBerasal dari Papua. Perwujudannya yaitu sosok bayangan hitam yang sangat besar dan bermata merah. Suka menampakan dirinya ditempat-tempat yang gelap.
  25. Hantu Popo
    Berasal dari Sulawesi. Menurut kepercayaan orang bugis adalah hantu perempuan yang bisa terbang dan suka menghisap darah.
  26. Hantu Suluh
    Menurut kepercayaan masyarakat Kalimantan, Hantu ini wujudnya anak kecil usia 2-4 tahun, di jari telunjuknya menyala api seperti obor (seperti pengendali api). Konon suka memangsa ikan segar.
  27. Macan Putih
    Biasanya sebangsa jin. Wujud hantu ini berupa harimau berwarna putih (you dont say hehe) konon suka dijadikan sebagai penunggu atau penjaga rumah.
  28. Lampor
    Menurut kepercayaan orang Jawa. Lampor berwujud tinggi dan tidak mempunyai lutut. Kedatangannya membawa petaka. Konon di sebuah kampung mendadak orang-orang meninggal yang katanya gara-gara lampor. Untuk penangkalnya banyak orang yang tidur dilantai, agar tidak bisa disentuh oleh lampor. Dulu kisah lampor sempat meresahkan beberapa desa di Jawa.
  29. Hantu Belau
    Seperti anak umur lima tahun, namun wajah mereka terlihat tua. Berasal dari Kalimantan. Sering menyesatkan orang di hutan, dengan menyahuti panggilan mereka. Ketika didekati maka ia akan semakin menjauh dengan tetap menyahut. Sampai si pemanggil tersesai di tengah-tengah hutan.
  30. Uwil
    Hantu ini berasal dari Sulawesi. Menurut masyarakat disana, hantu ini berwujud laskar bugis jaman dahulu lengkap dengan pakaian adatnya.
  31. Setan Brontol
    Menurut kepercayaan masyarakat betawi, hantu ini muncul sebagai pertanda akan ada wabah penyakit cacar. Wujudnya seorang ibu-ibu yang menyebarkan beras kuning di sekeliling kampung. Dan apabila sengaja di tunggui maka dia akan menghilang.
  32. Hantu Casablanca
    Tempat ini lumayan terkenal di Jakarta. Menurut beberapa orang yang pernah melihatnya, katanya hantu ini berwujud seperti wanita berpakaian putih dan berambut panjang seperti kuntilanak. Sering muncul di sekitar terowongan Casablanca. Konon jika tidak ingin diganggu pengendara harus membunyikan klakson tiga kali.
  33. WelthokBerasal dari Surabaya. Bertubuh kecil. Konon dikepalanya yang tak bertempurung ada bara api. Suka mencari udang di sungai. Dan katanya udang yang akan dimakan ia bakar dulu di atas bara apinya. Sangat unik bung.
  34. Mbah JenggotMenurut kepercayaan masyarakat Jawa hantu ini adalah jin pesugihan berwujud kakek tua dan memiliki jenggot yang panjangnya sampai ke perut.
  35. Begu Ganjang
    Hantu ini berasal dari Sumatera Utara. Konon hantu ini bisa dipelihara untuk mencari kekayaan, dengan syarat mengorbankan nyawa manusia sebagai tumbal. Jika ada orang yang melihatnya maka tubuhnya akan semakin tinggi.
  36. Banaspati
    Berasal dari Jawa. Perwujudannya yaitu hantu yang berjalan dengan kedua tangan, dengan tubuh terbalik dan mulutnya mengeluarkan api. Hantu ini lumayan terkenal sehingga dijadikan nama untuk supporter tim sepak bola yang ada di Jawa.
  37. Reng Tua MalemMenurut masyarakat madura, wujud hantu ini seperti orang tua merokok dan berjalan di tengah malam. Rokoknya tidak pernah habis. Konon jika ada orang yang sanggup mengambil rokoknya bisa menjadi orang sakti. Ngomong-ngomong rokoknya merek apa ya...
  38. Jerangkong
    Hantu berwujud tulang belulang rangka manusia yang berjalan-jalan. Dan katanya suka menakut-nakuti orang.\
  39. BanyuMenurut kepercayaan masyarakat Samarinda. Hantu ini tinggalnya di sungai. Wujudnya bisa menjadi apa saja. Biasanya suka mengganggu atau menakuti orang yang sedang mandi di sungai.
  40. Hantu BengkekBerasal dari daerah Ketapang. Hantu ini berada di sungai. Berkepala botak dan tangannya panjang sebelah. Konon, untuk mengusirnya harus dilempari telur ayam kampung. Padahal telur ayam kampung mahal dan enak ya -_-
  41. Bis HantuKonon bis hantu ini dulunya bis yang mengalami kecelakaan. Korban bis ini biasanya orang yang tidak naik dari terminal. Jarak tempuh tujuan orang tersebut menjadi sangat singkat sekali. Korban sering kali seperti tertidur, dan tiba-tiba sudah sampai di tempat tujuan.
  42. Ohang PandakHantu ini pernah juga disamakan dengan bigfoot. Sering disebut juga Orang Pendek. Wujudnya menusia bertubuh kerdil. Konon menghuni gunung kerinci. Katanya beberapa petani pernah melihat penampakannya dan meninggalkan beberapa jejak kaki.
  43. Mak Lampir
    Penampakannya berwujud nenek-nenek berambut panjang dan membawa tongkat. Wajahnya sangat seram sekali.
  44. Nyai Roro KidulNyai Roro Kidul merupakan jin yang mendiami pantai selatan (Ratu Pantai Selatan). Banyak yang percaya dia berwujud wanita cantik memakai mahkota, dan juga menyerupai ombak besar. Konon dipantai selatan tidak boleh memakai baju berwara hijau. Menurut kesaksian orang yang pernah diculik olehnya, katanya dia di ajak menaiki kereta kencana di kerajaan laut oleh Nyai Roro Kidul. Korban bisa kembali dengan syarat tidak boleh mengunjungi pantai selatan lagi.
  45. Hantu Lahoru
    Berasal dari Nusa Tenggara. Hantu ini berwujud gadis yang sangat cantik yang ada di tempat yang bernama lahoru di Nusa Tenggara. Konon jika ada orang yang terpukau kecantikannya, maka dia akan tersesat disana.
  46. Hantu Tentara Baris
    Konon hantu ini adalah penjelmaan dari tentara-tentara yang tewas di medan perang. Bisa dari pasukan Belanda, Jepang, atau yang lainnya. Kedatangan mereka ditandai dengan suara hentakan kaki orang yang sedang berbaris. Dan katanya penampakannya hanya pada hari-hari tertentu yang berkenaan dengan sejarah pada masa itu.
  47. Hantu Bangsi
    Hantu wanita yang baru melahirkan. Biasanya ada di hutan-hutan Kalimantan. Dengan darah masih belepotan dan tali pusar bayinya yang masih menyambung dengan ibunya. Konon, hantu ini suka melemparkan bayinya ke korban lalu si bayi menghisap darah korban sampai mati.
  48. Tampakoro
    Berasal dari Sulawesi. Wujudnya perempuan yang sedang membawa dapo atau tungku tanah liat yang menyala di atas kepalanya. Ia berajalan dari satu sawah ke sawah lain, mencuri sumangenna atau spirit padi, kemudia membawa ke sawah milik tuannya.
  49. Si Ronda
    Menurut kepercayaan orang betawi, hantu ini berwujud macan betawi, kemunculannya sering mengganggu orang saat ronda.


\


Depok, Kisah Kota Dua Belas Marga

     

     Alkisah hiduplah seorang bangsawan Belanda-Perancis di kota Batavia pada tahun 1600an. Seperti yang anda ketahui Batavia adalah nama kota Jakarta pada zaman kolonial Belanda. Bangsawan kaya dan berhati lembut itu bernama Cornelis Chastelein (lahir pada tanggal 10 Agustus 1657). Dia adalah putra bungsu dari Anthonny Chastelein. Anthonny Cahstelein tinggal di kota La Rochelle, Prancis. Saat itu Pak Cornelis Chastelein bekerja di kantor VOC. Namun, hati Pak Chastelein berontak melihat perlakuan VOC kepada pribumi Indonesia.
     Pak Chastelein memutuskan keluar dari kantor dagang VOC. Beliau membeli tanah di sebelah selatan Batavia. Tanah luas berbentuk hutan itu bernama Depok. Karena, di tengah rimbunnya hutan, ada sebuah padepokan para ahli silat bersemedi. Pak Chastelein mengubah tanah hutan itu menjadi perkebunan karet, lada, dan tebu dengan bantuan 12 budaknya yang setia. Perkebunan Chastelein menjadi perkebunan yang makmur.
     Hasil perkebunan Depok menjadi sumber kekayaan keluarga Chastelein. Karena rasa sayang dan terima kasihnya, Pak Chastelein memerdekakan budaknya dan mewariskan tanah perkebunan Depok kepada 12 budaknya saat meninggal dunia. Tanggal 28 Juni 1714 tersebut menjadi hari kemerdekaan dua belas budak Chastelein.

Lambang keluarga Bangsawan Chastelein

     Keduabelas budak Chastelein terdiri dari 12 marga. Yaitu, Jonathan, Joseph, Isakh, Laurens, Tholense, Bacas, Loen, Samuel, Jacob, Leander, Soedira, dan Zadokh. Tanah perkebunan Depok menjadi milik dua belas marga sejak Chasletein meninggal.
     Saat ini, sulit menemukan jejak dua belas marga pemilik tanah Depok. Tanah milik dua belas marga sempat berpindah tangan ketika ada kerusuhan Depok. Kota Depok sudah berkembang pesat dengan pertokoan dan perumahan para pendatang.
     Sebenarnya Depok adalah sebuah wilayah istimewa karena wilayahnya tersebut adalah wilayah merdeka sejak zaman Hindia Belanda. Oleh karena itu, pada saat Republik Indonesia lahir, status kota Depok dijadikan kota administratif, artinya sebuah kecamatan yang istimewa.

Gereja Immanuel yang dibangun oleh dua belas marga Depok.

     Jejak sejarah dua belas marga di Depok kini sayup-sayup terdengar ditengah keramaian kota Depok. Sejarah kota Depok sebenarnya adalah sejarah besar. Bangsawan Chastelein menganut pembebasan budak jauh sebelum Presiden Abraham Lincoln, dari Amerika Serikat, membebaskan budak. Depok sebenarnya adalah kota pembebasan budak pertama dalam sejarah dunia.

Semoga infonya bermanfaat ^^

Bangga Berkulit Sawo Matang


Bangsa Indonesia termasuk bangsa yang berkulit sawo matang. Namun banyak orang Indonesia yang merasa rendah diri dan malu punya kulit sawo matang. Padahal, kulit sawo matang adalah kulit yang istimewa. Apa ya istimewanya kulit sawo matang?


Si Pelindung Alami
    Keadaan alam di Planet Bumi berbeda-beda. Di Indonesia, Matahari bersinar sepanjang tahun dan sangat panas. Sinar Matahari mengandung sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kanker kulit. Terutama, bagi kulit yang tidak memiliki pigmen melanin. Yap, soalnya, pigmen melanin berguna untuk  mengolah sinar ultraviolet. Jika memiliki pigmen melanin, maka manusia dapat terhindar dari penyakit kanker kulit.


 Untungnya, Berkulit Sawo Matang
     Pigmen melanin menyebabkan kulit berwarna sawo matang. Bangsa yang berkulit putih memiliki sedikit sekali pigmen melanin. Anda mungkin pernah melihat kulit putih bertotol-totol cokelat. Totol-totol cokelat itu adalah pigmen melanin.Tentu saja, bangsa kulit putih khawatir terkena penyakit kanker kulit. Mereka harus banyak-banyak membubuhkan zat pelindung matahari di kulitnya.
     Sebaliknya, orang Indonesia sangat beruntung memiliki kulit sawo matang. Tanpa harus memakai zat pelindung matahari, bangsa Indonesia tetap sehat. Bangsa Indonesia memiliki pelindung alami berupa kulit sawo matang.


Rupanya, warna kulit manusia sudah disesuaikan dengan alamnya masing-masing. Warna kulit orang Indonesia paling cocok untuk keadaan alam Indonesia. Kulit sawo matang adalah anugerah yang luar biasa bagi orang Indonesia. Orang Indonesia  boleh bangga pada kulitnya. Apalagi, jika kulit sawo matangnya dirawat dengan bersih, indah, seperti madu keemasan.

Pantai Ciantir Yang Menantang


Pantai ini penampakannya biasa saja. Namun, turis asing menyukainya. Apa ya rahasianya?

Pantai Karang Tajam
     
Ciantir adalah salah satu pantai di Sawarna, Banten. Jika melihat sepintas lalu, tentu kita akan bingung, apa yang menariknya dari pantai ini? Sebab, yang tampak adalah pantai dengan karang bers erakan di mana-mana. Namun, cobalah panjat salah satu karang di sana dan lihat hamparan pantai di depanmu. Kamu akan melihat kolam-kolam karang yang indah.


Kolam Karang
     Kolam-kolam karang ini berair jernih dan tenang. Padahal, ombak di Ciantir cukup ganas. Sering muncul ombak tinggi bergulung-gulung. Tetapi, ombak besar itu jarang yang sampai menyentuh tepi pantai. Sebab, ombak itu sudah lebih dulu dipecah oleh karang-karang yang terhampar di bagian depan pantai. Di kolam-kolam karang ini, kita dapat menikmati pemandangan bawah air. Melihat aneka biota laut berkeliaran di air yang sangat sangat sangat jernih hahaha. Sebagian kolam memiliki dasar pasir putih yang lembut. Karena itu, cukup meyenangkan untuk sekedar berendam dan bermain air.


Disukai Peselancar
     
Meskipun Ciantir berkarang, tetapi turis asing senang kemari. Rupanya, mereka menyukai ombaknya yang besar. Kebanyakan turis asing kemari untuk berselancar. Apakah mereka tidak takut terhempas di karang tajam? Rupanya, mereka mengendarai ombak yang bergulung jauh dari pantai. Begitu mulai mendekat ke pantai, para peselancar ini segera memutar haluan, lalu berenang kembali menjauhi pantai.


Uji Nyali
     Meskipun tampaknya baik-baik saja, tetapi pernah ada korban di sini. Menurut salah seorang pemandu wisata Sawarna, pernah ada peselancar asal Jepang yang mengalami patah tulang di Ciantir. Ada juga peselancar asing yang punggungnya terkoyak karang. Lukanya seperti bekas terkoyak kuku harimau. Bahkan, ada yang melihat seorang peselancar asing keluar dari hempasan ombak. Ia berjalan tertatih-tatih diantara karang-karang tajam sambil membawa papan selancarnya yang terpotong menjadi dua.


Pantai Ciantir berkarang tajam, berombak besar. Seakan-akan menantang keberanian para peselancar yang bernyali besar.

Harta Nagari Danau Singkarak


Yang satu ini sangat sayang jika terlewatkan. Tahu tidak? Danau Singkarak mempunyai harta berharga. Harta itu berwarna perak dan hijau.

Ikan Bilih Singkarak
   
Danau Singkarak membentang luas di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Zaman dulu, Danau Singkarak terbentuk karena permukaan tanah patah akibat gempa. Air hujan dan sungai lalu mengisinya hingga Danau Singkarak menjadi danau terbesar kedua di Sumatra.
    Danau Singkarak dihuni banyak ikan. Salah satunya ikan bilih (Mystacoleucus padangensis). Sisik ikan bilih berwarna perak berkilauan. Ikan ini sangat enak dimakan dan laris dijual ke berbagai daerah. Boleh dibilang, ikan bilih adalah harta berharga Danau Singkarak.

Ikan bilih singkarak berwarna perak

Danau dan Sungai
     
Ikan bilih termasuk ikan mungil. Ukurannya hanya 5 cm. Karena mungil, ikan bilih sering dijuluki sebagai ikan teri darat. Tetapi, ikan bilih suka bergerombol. Ikan bilih seperti menyamar jadi ikan besar saat bergerombol. Pinter juga ya haha.
     Ikan bilih memang tinggal di Danau Singkarak. Namun, ikan bilih suka pindah ke muara sungai ketika musim bertelur. Telur ikan bilih akan menetas di sungai, lalu pindah ke danau lagi untuk tumbuh dewasa. Perilaku tersebut menyebabkan ikan bilih sulit diternakan.


Menjaga Hutan Nagari
     
Banyak orang suka makan ikan bilih. Ilmuwan masih mencari cara berternak ikan bilih. Saat ini, nelayan masih menangkap ikan bilih di Danau Singkarak. Oleh karena itu, habitat asli ikan bilih harus dijaga.
     Sungai-sungai harus bersih mengalir ke Danau Singkarak. Hutan-hutan nagari (hutan desa) di sekitar Danau Singkarak harus dipelihara. Jika hutan lestari, air sungai akan tetap mengalir. Maka, ikan bilih pun akan tetap bisa dinikmati kelezatannya. Hutan nagari dan ikan bilih adalah harta berharga Danau Singkarak.

Mares, Kerupuk Gurih Tanpa Minyak



Hi ^^ Kerupuk yang satu ini digoreng hanya dengan pasir. Meskipun begitu, gurih... banget!

Kenapa Mares?
     Nama mares adalah singkatan dari lemas ngeres (lemah = pasir, ngeres = berpasir). Maksudnya kerupuk ini digoreng menggunakan pasir. Ketika dipanasi dalam wajan pasirnya menjadi panas dan menimbulkan bunyi gemerisik. Kerupuk ini juga kadang jadi sedikit tercampur pasir atau  ngeres.


Kerupuk Melarat
     
Selain disebut mares, kerupuk singkong ini juga disebut kerupuk melarat. Konon, nama ini diberikan karena kerupuk ini dibuat dengan cara sederhana dan serba irit. Bahannya dari singkong. Menggorengnya, hanya dengan pasir. Bahan bakarnya kayu. Harga jualnya pun murah meriah. Orang yang uangnya pas-pasan, dapat menikmati kerupuk yang super gurih ini.

Pasir Sungai
     Meskipun digoreng menggunakan pasir pasirnya bukan sembarangan. Pasir yang digunakan harus pasir sungai. Sebab di bagian tengah sungai, biasanya arusnya lebih deras, sehingga pasirnya lebih bersih. Juga tidak ada sampah yang tersangkut atau bercampur disana.



Pasirnya Selalu Dikontrol
     
Pasir yang diambil dari sungai, tidak dapat langsung digunakan menggoreng.  Pasir itu harus disaring terlebih dahulu. Pasir yang sudah cukup lama dipakai untuk untuk menggoreng, warnanya akan berubah menjadi hitam dan semakin habis. Jika sudah seperti itu, pasirnya pun diganti dengan yang baru.


Khas Cirebon
     Kerupuk mares atau melarat saat ini sudah menjadi salah satu makanan khas Cirebon. Kerupuk ini cukup terkenal. Bahkan digemari juga oleh orang-orang dari luar Cirebon. Kerupuk mares banyak dibuat di Desa Gesik, Kecamatan Tengah Tani, Cirebon. Kerupuk mares biasanya dijual dalam plastik berbagai ukuran. Harganya mulai dari Rp5.000,00 hingga Rp20.000,00 sekantong tergantung banyak sedikitnya.

Kerupuk mares lahir dari pikiran dan tangan kreatif. Jika punya ide makanan unik, cobalah buat. Siapa tahu bisa menjadi makanan khas di kotamu.

Rumah Tatah yang kian Punah



Hampir tiap daerah di negeri kita memiliki rumah tradisional. Salah satunya rumah tatah. Rumah bergaya Melayu ini, sekarang hampir punah.

Perbatasan Palembang
     Di perbatasan Palembang dengan Bengkulu, ada sebuah desa bernama Pelang Kenidai. Letaknya di kecamatan Dempo Tengah. Atau, di antara jalan arah Pagaralam dan Lahat. Desa ini temasuk salah satu desa di Sumatera yang masih cukup kental budaya Melayunya. Setidaknya, kita masih bisa menjumpai sisa rumah tradisional di sini. Salah satunya adalah rumah milik Pak Dharma.

Rumah Kayu tanpa Paku
     
Pak Dharma menyebut rumah tradisionalnya sebagai rumah tatah. Sebab, rumah ini dihiasi banyak ukiran. Penduduk setempat juga biasa menyebutnya sebagai rumah bari. Rumah panggung dari kayu ini dibangun tanpa paku. Bagian-bagian rumah disambung menggunakan pasak bambu. Pak Dharma tidak tahu pasti kapan rumahnya dibangun. Ia hanya tahu bahwa rumah itu dibangun nenek moyangnya. Konon, umurnya sudah dua ratusan tahun.

Rumah Melayu
     
Rumah tatah memiliki ciri khas seperti kebanyakan rumah Melayu. Rumah ini berbentuk rumah panggung. Atapnya berbentuk pelana. Kedua ujungnya agak lancip menyerupai rumah gadang.
     Rumah tatah sudah semakin sedikit jumlahnya. Banyak penduduk yang sudah memugar rumah kayu tua mereka menjadi bangunan bata. Alasannya, merawat rumah kayu perlu banyak biaya. Apalagi sekarang, kayu yang bagus semakin langka. Jika ada bagian rumah yang rusak, sulit mencari penggantinya. Kalau pun ada, harganya sangat mahal.

     Rumah tatah merupakan salah satu warisan budaya. Meskipun semakin langka, ia sebenarnya tetap dapat dipertahankan. Semua tergantung kepedulian kita. ^^


Warna-warni di Desa Trusmi


Dimana ada keraton, biasanya di situ berkembang seni batik. Cirebon, misalnya. Kota dengan dua keraton utama ini memiliki desa batik yang terkenal: Trusmi. Yuk kita cari tahu! ^^

Trusmi
     Trusmi adalah desa yang terletak di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Lokasinya sekitar 5 kilometer dari pusat kota Cirebon. Tidak sulit mencari desa ini. Sebab, Trusmi sudah menjadi salah satu tempat wisata andalan Kota Cirebon.


Rumah Batik
     Desa Trusmi memang pusatnya batik Cirebon. Selain toko, di sana juga banyak rumah tempat membuat batik. Ada lebih dari 1.000 orang bekerja di rumah-rumah pembuatan batik. Mereka tidak hanya berasal dari Trusmi, tetapi juga desa-desa sekitar, seperti Kalitengah, Kaliwulu, dan Wotgali.

Membutuhkan 3 bulan untuk membuat batik tulis yang indah.

Tak Hanya Belanja
     Selain belanja batik, kita juga dapat melihat proses pembuatan batik di Trusmi. Memang tidak semua toko batik mengizinkan pengunjung melongok dapur mereka. Tetapi, ada tempat tertentu yang mengizinkan kita melihat-lihat tempat pembuatan batiknya. Nah kita bisa menambah wawasan juga tuh haha.


Klasik dan Modern
     Koleksi batik di Desa Trusmi cukup lengkap. Mau cari motis klasik, ada. Motif klasik khas Cirebon yang terkenal antara lain Mega Mendung, Paksinaga Liman, dan Singa Barong. Sedangkan motif-motif baru tak terhitung jumlahnya. Kualitas kain batiknya pun beragam. Mulai harga puluhan ribu hingga ratusan ribu, semua tersedia di Trusmi.

Pergi ke Cirebon, tetapi tidak mampir ke Desa Trusmi? Hmm, rasanya kurang lengkap, deh. :D

Warna-Warni Keraton Kasepuhan


Inilah keraton tertua di Cirebon. Selain kaya sejarah, keraton ini memiliki banyak nilai budaya.

Keraton Kakak
     Dulu, Cirebon sebenarnya hanya memiliki satu keraton. Namanya Keraton Pakungwati. Pendirinya adalah Pangeran Walangsungsang atau Cakrabuana, putra Prabu Siliwangi. Keraton Pakungwati bertahan hingga masa pemerintahan Panembahan Girilaya. Setelah itu, keraton ini terpecah menjadi Keraton Kasepuhan dan Kanoman.
     Keraton Kasepuhan didiami oleh putra sulung Panembahan Girilaya. Itulah kenapa disebut kasepuhan. Berasal dari kata sepuh, yang berarti tua. Sedangkan Keraton Kanoman dipimpin oleh putra keduanya. Kanoman berasal dari dari kata anom, berarti muda. Konon, pecahnya Keraton Cirebon tak lepas dari campur tangan Belanda yang tidak ingin Cirebon bersatu dan menjdai kuat.




Bangunan utama yang sudah berumur ratusan tahun

Bermakna Tinggi
     Banyak bagian bangunan Keraton Kasepuhan dibuat dengan arti tertentu. Misalnya, ada relief ukiran kayu yang bernama Kembang Kanigaran. Artinya bunga bangsa. Relief itu mengandung beberapa motif. Salah satunya buah manggis. Buah manggis menggambarkan kejujuran. Jika kita lihat bagian bawah buah, akan tampak seperti mahkota. Jika jumlah mahkota yang tampak di luar 5, maka isi buah manggis pasti 5. Bahkan, bagian dalamnya lebih baik. Sebab, meskipun kulitnya hitam, tetapi daging buahnya putih.



Ruang utama keraton tempat pertemuan sultan dengan para pembesar keraton.


Kaya Budaya
     Keraton Kasepuhan kaya warna budaya. Kita dapat melihatnya dari bentuk bangunannya yang unik. Misalnya, pendopo di bagian depan keraton dibangun dengan bata merah. Bentuknya mirip candi-candi Hindu pada masa Majapahit. Bangunan utamanya berbentuk limasan, seperti umumnya arsitektur Jawa. Sedangkan hiasan-hiasan keramik menunjukan adanya pengaruh buadaya Tionghoa.



Koleksi benda-benda pusaka di museum keraton.

Mudah Dijangkau
     Keraton Kasepuhan terletak di Jalan Keraton No.43, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Lokasinya terletak di kota dan mudah dijangkau. Keraton ini buka setiap hari, termasuk hari libur nasional. Bahkan, pada hari-hari libur nasional, keraton ini kebanjiran pengunjung.

     Keraton Kasepuhan merupakan warisan Cirebon yang berharga. Sejarah dan budayanya mengandung banyak pelajaran didalamnya ^^

Misteri Pembangunan Borobudur



Candi Borobudur merupakan bukti bahwa kita memiliki nenek moyang yang jago arsitektur.
Tempat yang Tepat
     Arsitek bukan hanya jago membangun, tetapi juga pandai memilih tempat untuk medirikan bangunan. Borobudur dibangun di atas sebuah bukit. Padahal, kebanyakan candi di Jawa dibangun di atas tanah datar. Tampaknya, bukit ini dipilih karena dianggap sesuai dengan rancangan bentuk Borobudur. Kita tahu bahwa Borobudur berbentuk pundek berundak yang mengerucut ke atas. Dengan memilih bukit, batuan yang digunakan untuk membangun dapat dihemat. Bayangkan jika Borobudur dibangun di atas tanah datar. Berapa banyak batu yang diperlukan untuk membangun candi setinggi itu?
Batu Dikunci
     Luas Borobudur 15.129 meter persegi. Candi ini disusun dari 2 juta potongan batuan. Batuan itu tersusun rapi dan kokoh. Padahal, tidak menggunakan perekat semen sama sekali. Sebagian orang mengira batuan itu direkatkan dengan telur ayam. Padahal, kenyataannya, antarbatu hanya saling dikaitkan. Susunannya menyerupai puzzle tiga dimensi. Antarbatu saling mengait dan mengunci sehingga dapat berdiri sangat kokoh.

Panjangnya 500 km
     Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton.


Candi Borobudur dibangun di atas sebuah bukit.

Cara Membelah Batuan
     Ada dua cara yang, konon, digunakan orang zaman dulu untuk membelah batuan. Pertama, batu yang akan dibelah diberi tanda dengan pahatan. Di atas pahatan itu dinyalakan api. Ketika batu menjadi sangat panas, disiramkanlah air di atas batu itu. Batu panas yang tiba-tiba didinginkan akan pecah.
     Kedua, batu yang akan dibelah diberi tanda dengan pahatan-pahatan berlubang. Lubang-lubang itu diisi semacam pasak kayu. Kemudian, pasak kayu itu diguyur air. Kayu yang basah akan menekan batu hingga pecah.


Teknologi Misterius
     
Hingga saat ini, masih belum ada keterangan yang pasti tentang cara pembangunan Borobudur. Bagaimana orang dulu membawa batu-batu itu dari tempat asalnya? Apakah sudah dipotong-potong? Ataukah masih berupa batuan asli yang besar-besar? Berapa lama proses pemotongan batu-batu itu? Bagaimana cara pekerja mengangkut batu dari halaman candi sampai ke puncak bangunan? Apakah mereka menggunakan alat derek? Jika iya lantas seperti apa alat dereknya? Apakah mereka meminta bantuan dari kalangan jin? Atau mereka mempunya kesaktian yang sulit untuk dpercaya? Semua masih menjadi misteri. Hasil penelitian baru dapat menduga-duga saja.

Candi di Awan, Candi Sukuh



Candi ini diselimuti hawa dingin pegunungan. Kabut tipis bergerak pelan disekitarnya. Bahkan, awan di kejauhan pun tampak melayang sejajar dengan candi ini.
Candi Sukuh
     Candi di awan ini bernama Sukuh. Letaknya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini berdiri di lereng barat Gunung Lawu, pada ketinggian 910 meter di atas permukaan laut. Karena itulah, hawa di sekitar candi ini cukup dingin.
     Dari Surakarta, kita dapat mengambil jurusan ke Karanganyar. Lalu, ambil jurusan ke Desa Karangpandan. Kemudian, sekitar 1 kilometer dari Terminal Kemuning, ada pertigaan, ambil arah ke timur. Candi Sukuh terletak sekitar 12 kilometer dari sana. Perjalanan menuju lokasi ini juga menyenangkan. Banyak pemandangan indah dan jalan berkelok yang tidak membosankan.


Candi Sukuh mirip bangunan Suku Maya di Mexico.

Candi yang Beda
     Candi Sukuh ditemukan oleh Johnson, residen Surakarta, pada tahun 1815. Saat ditemukan, candi ini dalam keadaan runtuh. Konon, candi ini selesai dibangun sekitar tahun 1359 Saka atau tahun 1437 M. Candi Sukuh termasuk candi tua.
     Sebagian peneliti berpendapat bahwa candi ini masih terpengaruh arsitektur sebelum masa Hindhu. Alasannya, bentuk candi ini berbeda dari umumnya candi Hindhu di Jawa Tengah. Arsitektur Candi Sukuh dianggap tidak sesuai dari ketentuan kitab Wastu Widya. Yakni, kitab yang berisi pedoman pembuatan bangunan suci Hindhu. Bangunan yang dianggap paling suci di Candi Sukuh diletakan paling belakang. Bentukanya trapesium dengan punden berundak. Candi Sukuh justru lebih menyerupai candi kuno Suku Maya di Mexico dari pada candi Hindhu.


Banyak arca candi yang ditemukan sudah tidak utuh lagi.

Dipugar Dua Kali
     Candi Sukuh pernah dipugar dua kali. Pertama, dilakukan oleh Dinas Purbakala Belanda pada tahun 1917. Lalu, dipugar lagi pada tahun 1970-an oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Lokasinya yang tenang dan sejuk, membuat Candi Sukuh menjadi salah satu objek wisata andalan di Karanganyar.


Inilah gerbang Candi Sukuh. Dari sini, pemandangannya akan membuat kalian merasa seperti di Negeri Awan :D

     Jika kalian mengunjunginya, cobalah untuk duduk di puncak punden berundaknya. Lalu, padanglah gumpalan awan yang melayang jauh di depan. Rasanya, kita berada di negeri awan haha, sungguh pemandangan yang menakjubkan. ^^

Lokasi Candi Borobudur


Candi yang cantik nan megah ini menjulang tinggi diatas sebuah bukit, sampai-sampai candi ini juga dakui sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia,wow *_* yoo kita cari tau dimana lokasinya dan seperti apa daerah sekitarnya.

     Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini dari kota Magelang terletak disebelah selatan, kurang lebih 15km dalam jarak lurus. Dataran Kedu yang berbukit, hampir seluruhnya dilingkari pegunungan. Gunung yang melingkari candi Borobudur antara lain    : sebelah timur terdapat gunung Merbabu dan gunung Merapi, barat laut gunung Sumbing dan gunung Sindoro, dari keempat gunung tersebut hanya gunung Merapi yang masih aktif sebagai gunung berapi. Di sebelah utara terdapat gunung Tidar, walaupun tidak sebesar gunung tersebut diatas naman gunung ini terkenal dengan sebutan "Pakuning Tanah Jowo". Sedang sebelah selatan terdapat pegunungan Menoreh, bila dilihat dari candi Borobudur, puncak-puncak yang menjulang tinggi, nampak serupa dengan seseorang yang sedang tidur terlentang membujur dari timur ke barat. Lekukan-lekukan pegunungan itu seolah menggambarkan kepala lengkap dengan hidung, bibir dan dagu juga bagian perut sampai kaki, Karena keadaan seperti itulah maka cerita rakyat berkembang bahwa yang sedang tidur terlentang itu adalah GUNADHARMA, yaitu ahli bangunan yang menurut kepercayaan telah berhasil menciptakan candi Borobudur dan menjaganya sambil mengawasi ciptaannya dari masa ke masa.

Di sebelah timur candi Borobudur terdapat candi Pawon dan candi Mendud.
Candi Pawon, mempunyai bilik, didalamnya tak terdapat datu patungpun juga tidak diketahui Dewa siapa yang dipuja. Oleh karena itu tidak dapat dipastikan apa fungsi candi Pawon dalam hubungannya dengan candi Borobudur. Dimungkinkan candi Pawon sebagai tempat istirahat dalam perjalanan ziarah, karena letak candi ini antara candi Mendud dan candi Borobudur.

Candi Mendud, sebagai tempat pemujaan. Didalam bilik terdapat sebuah patung Budha (besar) yang menggambarkan sang Buddha sedang duduk di atas singgasana, sikap tangan menggambarkan saat ia pertama kali memberikan wejangan di taman Rusa. Patung tersebut diapit oleh pengiringnya yakni AWALOKITESWARA dan WAJRAPANI.

Candi Borobudur terletak paling barat diantara tiga candi tersebut.


Denah candi Borobudur, lengkap dengan posisi stupa yang berada pada teras I, II, III, serta dinding lankan tingkat I - V dan juga gapura serta tangga naik/turun pada ke empat sisinya (timur, selatan, barat dan utara)