Depok, Kisah Kota Dua Belas Marga

     

     Alkisah hiduplah seorang bangsawan Belanda-Perancis di kota Batavia pada tahun 1600an. Seperti yang anda ketahui Batavia adalah nama kota Jakarta pada zaman kolonial Belanda. Bangsawan kaya dan berhati lembut itu bernama Cornelis Chastelein (lahir pada tanggal 10 Agustus 1657). Dia adalah putra bungsu dari Anthonny Chastelein. Anthonny Cahstelein tinggal di kota La Rochelle, Prancis. Saat itu Pak Cornelis Chastelein bekerja di kantor VOC. Namun, hati Pak Chastelein berontak melihat perlakuan VOC kepada pribumi Indonesia.
     Pak Chastelein memutuskan keluar dari kantor dagang VOC. Beliau membeli tanah di sebelah selatan Batavia. Tanah luas berbentuk hutan itu bernama Depok. Karena, di tengah rimbunnya hutan, ada sebuah padepokan para ahli silat bersemedi. Pak Chastelein mengubah tanah hutan itu menjadi perkebunan karet, lada, dan tebu dengan bantuan 12 budaknya yang setia. Perkebunan Chastelein menjadi perkebunan yang makmur.
     Hasil perkebunan Depok menjadi sumber kekayaan keluarga Chastelein. Karena rasa sayang dan terima kasihnya, Pak Chastelein memerdekakan budaknya dan mewariskan tanah perkebunan Depok kepada 12 budaknya saat meninggal dunia. Tanggal 28 Juni 1714 tersebut menjadi hari kemerdekaan dua belas budak Chastelein.

Lambang keluarga Bangsawan Chastelein

     Keduabelas budak Chastelein terdiri dari 12 marga. Yaitu, Jonathan, Joseph, Isakh, Laurens, Tholense, Bacas, Loen, Samuel, Jacob, Leander, Soedira, dan Zadokh. Tanah perkebunan Depok menjadi milik dua belas marga sejak Chasletein meninggal.
     Saat ini, sulit menemukan jejak dua belas marga pemilik tanah Depok. Tanah milik dua belas marga sempat berpindah tangan ketika ada kerusuhan Depok. Kota Depok sudah berkembang pesat dengan pertokoan dan perumahan para pendatang.
     Sebenarnya Depok adalah sebuah wilayah istimewa karena wilayahnya tersebut adalah wilayah merdeka sejak zaman Hindia Belanda. Oleh karena itu, pada saat Republik Indonesia lahir, status kota Depok dijadikan kota administratif, artinya sebuah kecamatan yang istimewa.

Gereja Immanuel yang dibangun oleh dua belas marga Depok.

     Jejak sejarah dua belas marga di Depok kini sayup-sayup terdengar ditengah keramaian kota Depok. Sejarah kota Depok sebenarnya adalah sejarah besar. Bangsawan Chastelein menganut pembebasan budak jauh sebelum Presiden Abraham Lincoln, dari Amerika Serikat, membebaskan budak. Depok sebenarnya adalah kota pembebasan budak pertama dalam sejarah dunia.

Semoga infonya bermanfaat ^^

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan segera apabila ada link posting atau download yang mati, maka kami akan segera memperbaikinya!

Jangan segan-segan untuk berkomentar ^^
Berkomentarlah menggunakan bahasa yang baik

NO SPAM AND NO SARA!