Rumah Tatah yang kian Punah



Hampir tiap daerah di negeri kita memiliki rumah tradisional. Salah satunya rumah tatah. Rumah bergaya Melayu ini, sekarang hampir punah.

Perbatasan Palembang
     Di perbatasan Palembang dengan Bengkulu, ada sebuah desa bernama Pelang Kenidai. Letaknya di kecamatan Dempo Tengah. Atau, di antara jalan arah Pagaralam dan Lahat. Desa ini temasuk salah satu desa di Sumatera yang masih cukup kental budaya Melayunya. Setidaknya, kita masih bisa menjumpai sisa rumah tradisional di sini. Salah satunya adalah rumah milik Pak Dharma.

Rumah Kayu tanpa Paku
     
Pak Dharma menyebut rumah tradisionalnya sebagai rumah tatah. Sebab, rumah ini dihiasi banyak ukiran. Penduduk setempat juga biasa menyebutnya sebagai rumah bari. Rumah panggung dari kayu ini dibangun tanpa paku. Bagian-bagian rumah disambung menggunakan pasak bambu. Pak Dharma tidak tahu pasti kapan rumahnya dibangun. Ia hanya tahu bahwa rumah itu dibangun nenek moyangnya. Konon, umurnya sudah dua ratusan tahun.

Rumah Melayu
     
Rumah tatah memiliki ciri khas seperti kebanyakan rumah Melayu. Rumah ini berbentuk rumah panggung. Atapnya berbentuk pelana. Kedua ujungnya agak lancip menyerupai rumah gadang.
     Rumah tatah sudah semakin sedikit jumlahnya. Banyak penduduk yang sudah memugar rumah kayu tua mereka menjadi bangunan bata. Alasannya, merawat rumah kayu perlu banyak biaya. Apalagi sekarang, kayu yang bagus semakin langka. Jika ada bagian rumah yang rusak, sulit mencari penggantinya. Kalau pun ada, harganya sangat mahal.

     Rumah tatah merupakan salah satu warisan budaya. Meskipun semakin langka, ia sebenarnya tetap dapat dipertahankan. Semua tergantung kepedulian kita. ^^


0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan segera apabila ada link posting atau download yang mati, maka kami akan segera memperbaikinya!

Jangan segan-segan untuk berkomentar ^^
Berkomentarlah menggunakan bahasa yang baik

NO SPAM AND NO SARA!