Keliling Dunia: Safari Ke Serengeti



Sarangeti merupakan padang rumput raksasa. Padang rumput ini dihuni oleh jutaan satwa liar dan langka. Serengeti juga menjadi rumah bagi Suku Maasai. Ketika kau memasuki gerbangnya, petualangan alam liar pun dimulai...

Karibu hifadhi ya Serengeti!
     Artinya, selamat datang ke Sarangeti! Ituah bahasa Awahili untuk menyambut wisatawan yang datang ke Taman Nasional Serengeti. Setiap tahun, ribuan wisatawan dari seluruh dunia berkunjung ke taman nasional ini.
     Taman Nasional Serengeti merupakan padang rumput seluas 14.653 km persegi. Wow, luasnya hampir 20 kali lipat kota Jakarta! Letaknya di perbatasan negara Tanzania dan Kenya, Afrika Timur.
     Hmm, lalu kenapa ya, padang rumput yang luas dan kering ini mejadi istimewa?
     Waaah, ini karena di dataran Serengeti, satwa-satwa liar dan langka hidup secara alami di habitatnya. Ada singa, macan tutul, hyena, kuda nil, zebra, jerapah, banteng, gajah, buaya, dan lain sebagainya. Bukan itu saja, di Serengeti, juga tinggal Suku Maasai yang melegenda,

Inilah kawanan wildebeest yang sedang bermigrasi. Wihh banyak ya haha

Rumah Suku Maasai
     Serengeti bukan hanya rumah bagi para satwa langka. Taman nasional ini juga merupakan rumah bagi Suku Maasai. Suku Maasai adalah kelompok suku asli dari Afrika. Mereka hidup mengembara di perbatasan tiga negara, Tanzania, Kenya, dan Uganda.
     Suku Maasai bertahan hidup dengan cara berburu dan berternak. Mereka hidup nomaden atau berpindah-pindah tempat, sambil menggembalakan ternaknya di padang rumput Serengeti yang luas.


Suku Masaai selalu berpakaian dengan warna mencolok. Gunanya, untuk menakut-nakuti binatang buas.


     Suku Maasai menempati Serengeti sejak ribuan tahun yang lalu. Bagi Suku Maasai, negeri mereka adalah surga. Mereka menamakan alam sekitar mereka 'serengit'. Dalam bahasa Maa, bahasa suku Maasai, 'serengit' artinya, dataran luas atau dataran yang tak berujung. Itulah asal nama Serengeti.
     Hampir tak ada orang kulit putih yang mengenal Serengeti hingga tahun 1913. Ketika itu, Pak Stewart Edward White, seorang pemburu kulit putih dari Amerika, tersesat si Serengeti. Sejak saat itu, Serengeti pun dikenal di seluruh dunia.


Menonton Alam Liar...
     Kehidupan hewan-hewan di Serengeti sangat menarik untuk dipelajari dan diamati. Banyak lo, film dokumenter tentang satwa yang dibuat disini. Serengeti pun ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh WHO.
     Serengeti tak hanya menarik perhatian para ilmuwan dan peneliti. Melainkan juga wisatawan dari seluruh dunia. Mereka ingin menonton kehidupan alam liar tak hanya dari televisi. Tetapi, langsung menonton di habitat aslinya! Namun, para wisatawan harus tetap waspada.
     Supaya aman, mereka diantar berkeliling oleh pemandu wisata menggunakan mobil. Mereka boleh melihat bahkan memotret kehidupan satwa liar. Tetapi, semua harus dilakukan di dalam mobil. Mereka tak boleh turun dari mobil. Apalagi, sampai menyentuh dan memburu hewan-hewan itu!


Memang seru yaa!!! ^^ haha kalian mau tidak mencoba wisata alam liar ini??? :D

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan segera apabila ada link posting atau download yang mati, maka kami akan segera memperbaikinya!

Jangan segan-segan untuk berkomentar ^^
Berkomentarlah menggunakan bahasa yang baik

NO SPAM AND NO SARA!